Mahalnya KEPERCAYAAN

Standar

Ketika sebuah usaha yang anda lakukan sejak lama tidak dihargai bahkan terkesan anda dicuekkan atau malah ditinggal begitu saja, apa yang anda rasakan? sakit hati?pengen gantungdiri?atau galau tingkat dewa?
yaapp, mungkin itu yang sedang saya rasakan saat ini,
Berawal dari KESALAHAN yang saya perbuat satu tahun lalu, sepele tapi menurut pcara saya itu sangat berlebihan,
Sebuah KEPERCAYAAN, yap itu dia masalahnya.
saya kurang percaya kepada pacar saya, kami memiliki komitmen untuk berpacaran serius, kedua keluarga kami sudah saling tahu, bapak ibu kami juga sudah mendukung hubungan kami ini.
Awal kami pacaran sangat romantis, dipenuhi dengan cinta, tapi baru seminggu pacaran dia sudah jalan dengan cowok lain, menurut anda jika anda ada diposisi saya seperti apa rasanya?sakit hati ?ingin putus?ingin mukuli cowok itu?
tidak demikian dengan saya, marah sudah pasti, tapi saya masih bisa memaafkan, karena saya mau memberikan kesempatan kepada pacar saya untuk berubah.
Sebenarnya saya orang yang tidak mudah untuk melupakan suatu kejadian buruk, jadi saya selalu takut terulang dan terulang lagi.
sebulan pertama sembuh sih keliatannya, didepan saya, tapi dibelakang saya, saya tidak tahu,
dan sampai akhirnya kejadian terulang lagi di 3 bulan berikutnya,
masih sama tersangakanya, tapi saya masih memaafkan.
sabar bukan, saya mencoba memperbaiki kesalahan yang ada pada diri saya..loohhh kok saya yang introspeksi diri? saya mengalah demi kebaikkan KITA🙂
Yang tidak saya suka dari si cowok tadi adalah CARA DIA SMSAN, PERHATIAN, sama cowok saya, lebih dari temen bahasanya, padahal ngakunya cuma temen, sakit gag kalo anda ada diposisi saya?
sampai akhirnya saya memberikan Pilihan. PILIH AKU atau DIA?
daan cewek saya lebih milih saya.
saya pun mulai lagi membangu KEPERCAYAAN yang sudah hancur berkeping-keping itu dari nol, bisa dibayangkan betapa seulitnya bagi seorang yang trauma seperti saya ini?
harus berjalan tertatih sendiri membangun kepercayaan itu tadi?
hingga setiap dia keluar malam saya selalu curiga, selalu cemburu, saya marah, karena saya takut hal yang sama akan terulang lagi.
Sebenarnya pacara saya sudah berubah, dia semakin cinta, semakin sayang sama saya, tapi entah apa itu yang menututpi pikiran saya, sehingga saya sulit melupakan kesalahan dia dulu.
saat ini dia sering marah, karena saya dianggap kurang percaya sama dia,sampai dia bilang SELAMAT MENGIKIS PELAN PELAN SAYANG.
beraatt kan mas gaan…
Tapi saya mau belajar untuk berubah, saya semakin cinta(dari dulu sih), semakin perhatian(dulu agak cuek), dan saya semakin percaya sama dia,,saya mencoba dan terus mencoba,
Nggak gampang looh, ujian datang bertubi tubi, tapi demi hubungan ini, demi dia, demi cita-cita saya tetap kuat mengahadapinya,
tapi entah mengapa, dengan seringnya dia marah, karena terlalu menganggap dia yang paling benar , sekarang dia bisa dengan mudah melakukan apapun yang dia suka tanpa PERSEtUJUAN dari saya, gimana kalo anda menjadi seorang cowok?
ya sudahlah, mungkin ini memang kesalahan saya, dari dulu saya tidak bisa percaya kepada dia, tapi rasa percaya ku sudah hancur sejak dia keluar tanpa ijin saya dengan cowok lain.
Dan sekarang ketika saya berubah, saya merasakan pacar saya mulai menjauh perlahan-lahan dari saya, banyak hal yang dulu biasa dia lakukan tapi kin jarang, bahkan tidak pernah dia ucapkan/lakukan kepada saya.
Jujur saya kangen manjanya, guyonnya, sedikit-sedikit bilang Kangen, I love you, Aku sayang kamu,
tapi kini sudah jarang dia ucapkan, kalo saya nggak bilang, mungkin dia juga gag akan pernak bilang.
Sekarang saya hanya berharap dia bisa mengerti, lewat tulisan ini🙂

5 Hal Pesan Minus Sinetron Cinta Cenat Cenut dan Go Go Girls

Standar

Saya bukannya ga mau komentarin soal pemain itu sinetron, saya juga bukan penggemar mereka, tapi saya juga ga mau buat tulisan ini sebagai anti mereka. Ane cuma prihatin aja sama tayangan jenis ini.

Kalo agan/aganwati sempet tonton dan pelajari semua isi sinetron ini (Cinta Cenat Cenut, Go Go Girls) ada beberapa hal yang perlu agan prihatin-kan;

1. Budaya K-Pop

Karena pengaruhnya gaya dari personel-personel tiap Boyband dan girlband itulah, nuansa Korea di sinetron tersebut kental banget. setting tempat, gaya berpakaian, gaya rambut semuanya tidak menunjukkan Indonesia sekali. Seharusnya kalo memang mau buat sinetron yang orisinil asli Indonesia, pihak produser mempertimbangkan bagaimana caranya tidak berkiblat ke arah negara Ginseng (Korea Selatan).Dimana Rasa Nasionalismu?

2. Konsumtif

Perhatiin juga, gimana tiap tokoh tersebut, bersekolah dengan segala kehidupan yang mewah; bermobil mewah, pakaian bagus, pake HP mahal, hampir tiap hari sepertinya ga pernah susah, pesta sana sini.Ane prihatin aja, kalo banyak pemuda dan remaja Indonesia sekarang pantesan aja mentalnya bergeser jadi lebih konsumtif, apa-apa kudu diturutin sama orang tuanya. Sekolah ga pake HP mahal malu di sekolahnya, sampe ada yang mungkin bunuh diri gara-gara ga kebeli hp mahal. Belum lagi banyak banget anak SMP jaman sekarang, ke sekolah ga bawa kendaraan aja gengsi, padahal secara hukum anak SMP belum boleh pegang SIM.Kasian orang tua kita yang kerja keras demi anak-anaknya.


3. Pergaulan Bebas

Kalo agan tonton itu sinetron, ada beberapa cerita, kalo tokoh A berpacaran dengan tokoh cewek A, cewek A disukai juga sama cowok B. Dengan segala cara cowok B lakuin buat dapatin cewek A. Bahkan bisa aja cewek A berhubungan dengan cowok A,B,C. Busyettt….pacar rame-rame dong.Sinetron ini condong banget nunjukin, buat kehidupan pergaulan bebas. Walaupun bukan secara implisit nunjukin pergaulan yang berbau seks bebas, tapi tetap aja ini bikin pola pikir remaja sekarang makin bebas aja buat menjalin hubungan.Yah ujung-ujungnya agan sendiri yang tahu kan, kenapa sekarang video 3Gp esek-esek banyak beredar dengan pelaku anak SMP, anak SMU, mahasiswa-mahasiswi.

4. Kekerasan (Bullying) di Sekolah

Dari judul sinetron sih bolehlah unyu-unyu (Cinta Cenat Cenut, Go Go Girls), tapi coba perhatiin tiap episodenya yang tayang. Selalu ada adegan kekerasan di lingkungan sekolah, bully di kelas, bully di kanting, bully di kamar mandi. Berantem gara-gara rebutan cewe, rebutan cowo, musuhan antar gank di sekolah, bully secara fisik dan verbal jelas banget di perlihatkan. Pantesan aja budaya tawuran ga pernah hilang karena media-nya ada.Ane masih bingung si penulis skenarionya bikin adegan-adegan ini buat menarik penonton atau emang demen sama kekerasan?

5. Tidak menghormati orang tua

Konklusinya, menurut ane ga ada pesan moralnya ini sinetron (Cinta Cenat Cenut,Go Go Girls). Ga ada cerita yang nunjukin si tokohnya berbuat sesuatu untuk kebaikan lingkungannya, buat diri sendiri. Isi ceritanya muter-muter di soal rebutan cewek, rebutan cowo, persaingan antar gank sekolah aja. Ada beberapa adegan cerita nunjukin banget ga menghormati orang tua atau orang yang lebih tua, misalnya membentak orang tua, atau bahkan menyepelekan guru.Dulu ane juga pernah bandel, tapi ane masih berupaya menghormati orang tua dan juga sedikit respect sama guru.

Yah ini cuma tulisan ke-prihatinan ane sama tayangan kek gini di tonton sama jutaan anak remaja Indonesia.

Ane ga menjelek-jelekkan sekelompok boyband atau girlband, menurut ane mereka cukup berprestasilah minimal udah punya karya (hal yang positif bisa nyanyi walaupun lipsyinc dan bisa dance), dari pada mereka mabok dan jadi bandar narkoba

ZEO BAND PONOROGO

Standar

Nama band kami “ ZEO BAND”, kami asli darikotaReog Ponorogo, Jawa Timur.

Band kami mengusung genre reggae, sedikit ke ska/rocksteady.
berikut adalah para personil ZEO BAND :

–         Vocal               : Andi

–         Vocal               : Zaskya

–         Guitar 1            : Kiki

–         Guitar 2            : Deby

–         Bass                 : Gigih

–         Keyboard         : Ibah

–         Djimbe             : Ipeh

–         Drum                : Mega

ZEO BAND berdiri 16 april 2007, kami berdiri dari sebuah gank di salah satu sekolah kami, arti dari ZEO BAND sendiri singkatan adalah ZETAN POJOK, kami memberi nama ini dikarenakan, gank dari salah personil kami dulu bertempat di paling pojok ruang kelas.hehehe

DONWNLOAD LAGU KAMI :

– Ku Jelang DISINI

– Hanya Dibibir Saja DISINI

Kami hanyalah segelintir pemuda yang mencoba menyalurkan hobi kami dalam bermusik. Memang dari segi skill hanya pas pasan, tapi kami ingin menunjukkan bahwa skill bukan jaminan utama tapi kami punya kebersamaan yang nantinya akan membuat bagus dari suatu harmonisasi lagu yang kita bawakan.

Kami mengambil aliran Reggae/ska/rocksteady karena genre ini lebih cocok dengan apa yang ada dalam diri masing-masing personil kami da juga reggae itu banyak sekali memberikan pesan damai kepada semua orang. Untuk inspirasi membuat lagu, kami mengambil dari semua hal yang terjadi dalam diri kami.
Pengalaman kami manggung sudah cukup banyak, kita sering manggung di sekitaran eks-Karesidenan Madiun, terutama di kota Ponorogo.

Silahkan hub juga di facebook.

SEJARAH REOG PONOROGO

Standar

Sejarah Reog Ponorogo

Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok, namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bra Kertabumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak rekan Cina rajanya dalam pemerintahan dan prilaku raja yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir.

Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan dimana ia mengajar anak-anak muda seni bela diri, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan lagi kerajaan Majapahit kelak. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan “sindiran” kepada Raja Bra Kertabumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog.

Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai “Singa Barong”, raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya.

Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50kg hanya dengan menggunakan giginya.

Populernya Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Kertabumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun murid-murid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer diantara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru dimana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewondono, Dewi Songgolangit, and Sri Genthayu.

Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun ditengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujanganom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara Kerajaan Kediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan ‘kerasukan’ saat mementaskan tariannya.

Hingga kini masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.

 

Warok

Warok sampai sekarang masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya. Kedekatannya dengan dunia spiritual sering membuat seorang warok dimintai nasehatnya atas sebagai pegangan spiritual ataupun ketentraman hidup. Seorang warok konon harus menguasai apa yang disebut Reh Kamusankan Sejati, jalan kemanusiaan yang sejati.

Warok adalah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam cerita kesenian reog. Warok Tua adalah tokoh pengayom, sedangkan Warok Muda adalah warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu. Hingga saat ini, Warok dipersepsikan sebagai tokoh yang pemerannya harus memiliki kekuatan gaib tertentu. Bahkan tidak sedikit cerita buruk seputar kehidupan warok. Warok adalah sosok dengan stereotip: memakai kolor, berpakaian hitam-hitam, memiliki kesaktian dan gemblakan.Menurut sesepuh warok, Kasni Gunopati atau yang dikenal Mbah Wo Kucing, warok bukanlah seorang yang takabur karena kekuatan yang dimilikinya.

Warok adalah orang yang mempunyai tekad suci, siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. “Warok itu berasal dari kata wewarah. Warok adalah wong kang sugih wewarah. Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik”.“Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa” (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin).

Syarat menjadi Warok

Warok harus menjalankan laku. “Syaratnya, tubuh harus bersih karena akan diisi. Warok harus bisa mengekang segala hawa nafsu, menahan lapar dan haus, juga tidak bersentuhan dengan perempuan. Persyaratan lainnya, seorang calon warok harus menyediakan seekor ayam jago, kain mori 2,5 meter, tikar pandan, dan selamatan bersama. Setelah itu, calon warok akan ditempa dengan berbagai ilmu kanuragan dan ilmu kebatinan. Setelah dinyatakan menguasai ilmu tersebut, ia lalu dikukuhkan menjadi seorang warok sejati. Ia memperoleh senjata yang disebut kolor wasiat, serupa tali panjang berwarna putih, senjata andalan para warok.

Warok sejati pada masa sekarang hanya menjadi legenda yang tersisa. Beberapa kelompok warok di daerah-daerah tertentu masih ada yang memegang teguh budaya mereka dan masih dipandang sebagai seseorang yang dituakan dan disegani, bahkan kadang para pejabat pemerintah selalu meminta restunya.

Gemblakan

Selain segala persyaratan yang harus dijalani oleh para warok tersebut, selanjutnya muncul disebut dengan Gemblakan.Dahulu warok dikenal mempunyai banyak gemblak, yaitu lelaki belasan tahun usia 12-15 tahun berparas tampan dan terawat yang dipelihara sebagai kelangenan, yang kadang lebih disayangi ketimbang istri dan anaknya. Memelihara gemblak adalah tradisi yang telah berakar kuat pada komunitas seniman reog. Bagi seorang warok hal tersebut adalah hal yang wajar dan diterima masyarakat. Konon sesama warok pernah beradu kesaktian untuk memperebutkan seorang gemblak idaman dan selain itu kadang terjadi pinjam meminjam gemblak.

Biaya yang dikeluarkan warok untuk seorang gemblak tidak murah. Bila gemblak bersekolah maka warok yang memeliharanya harus membiayai keperluan sekolahnya di samping memberinya makan dan tempat tinggal. Sedangkan jika gemblak tidak bersekolah maka setiap tahun warok memberikannya seekor sapi.Dalam tradisi yang dibawa oleh Ki Ageng Suryongalam, kesaktian bisa diperoleh bila seorang warok rela tidak berhubungan seksual dengan perempuan. Hal itu konon merupakan sebuah keharusan yang berasal dari perintah sang guru untuk memperoleh kesaktian.

Kewajiban setiap warok untuk memelihara gemblak dipercaya agar bisa mempertahankan kesaktiannya. Selain itu ada kepercayaan kuat di kalangan warok, hubungan intim dengan perempuan biarpun dengan istri sendiri, bisa melunturkan seluruh kesaktian warok. Saling mengasihi, menyayangi dan berusaha menyenangkan merupakan ciri khas hubungan khusus antara gemblak dan waroknya. Praktik gemblakan di kalangan warok, diidentifikasi sebagai praktik homoseksual karena warok tak boleh mengumbar hawa nafsu kepada perempuan.

Saat ini memang sudah terjadi pergeseran dalam hubungannya dengan gemblakan. Di masa sekarang gemblak sulit ditemui. Tradisi memelihara gemblak, kini semakin luntur. Gemblak yang dahulu biasa berperan sebagai penari jatilan (kuda lumping), kini perannya digantikan oleh remaja putri. Padahal dahulu kesenian ini ditampilkan tanpa seorang wanita pun.

Reog di masa sekarang

Seniman Reog Ponorogo lulusan sekolah-sekolah seni turut memberikan sentuhan pada perkembangan tari reog ponorogo. Mahasiswa sekolah seni memperkenalkan estetika seni panggung dan gerakan-gerakan koreografis, maka jadilah reog ponorogo dengan format festival seperti sekarang. Ada alur cerita, urut-urutan siapa yang tampil lebih dulu, yaitu Warok, kemudian jatilan, Bujangganong, Klana Sewandana, barulah Barongan atau Dadak Merak di bagian akhir. Saat salah satu unsur tersebut beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol.

Beberapa tahun yang lalu Yayasan Reog Ponorogo memprakarsai berdirinya Paguyuban Reog Nusantara yang anggotanya terdiri atas grup-grup reog dari berbagai daerah diIndonesia yang pernah ambil bagian dalam Festival Reog Nasional. Reog ponorogo menjadi sangat terbuka akan pengayaan dan perubahan ragam geraknya.

Sumber : exploremyindonesia.blogspot.com, wisata-kami.blogspot.com

Telaga Ngebel

Standar


kali ini saya memposting tentang salah satu objek wisata yang merupakan aset dari kabupaten Ponorogo yang sangat terkenal dan melegendaris sekali.

tentu sudah tidak asing lagi donk mendengar objek wisata yang satu ini, yaitu Telaga Ngebel. Telaga yang terkenal di ponorogo ini bertempat di 24 km arah timur laut dari Ponorogo utara, kalo dari kota ya ke timur kurang lebih 30 km lah.

telaga Ngebel berada di ketinggian kurang lebih 794 meter diatas permukaan laut, dan berada di lereng gunung wilis. Udara dingin dan alam yang masih hijau di daerah ngebel ini membuat banyak orang betah berlama-lamaan di daerah ini.

apalagi kalau tepat pada tanggal 1 Suro, ato tahun baru Islam, telaga ini sangat ramai sekali, karena berlangsung acara rutin yaitu Larung Sesaji, yakni menghnyutkan beberapa tumpeng ke tengah Telaga Ngebel ini.
dari pagi sampai sore hari pasti akan penuh pengunjung yang menyebabkan jalan di seluruh telaga ini macet total.

namun sayang, sekarang untuk perawatannya mungkin sudah terlihat agak terwat lagi, banyak sekali sampah-sampah dari sisa-sisa makanan para pengunjung yang di buang ke dalam telaga ini. mengenai hal ini, Pemkab sendiri kelihatannya kurang serius menanggapi. Apalagi kalau musim Penghujan datang, tebing disisi Telaga ini sering longsor karena banyak Pohon-pohon yang sudah di tebang oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.
namun demikian Pesona telaga Ngebel tidak pernah ada habisnya, setiap libur tiba pasti banyak masyarakat yang datang ke telaga ini, entah itu dari dalam kota maupun dari luar kota.
semoga saja Telaga ini tetap terjaga dengan baik, sehingga masih bisa dilihat oleh anak cucu kita kelak.🙂

GELAR SENI KABUPATEN PONOROGO

Standar

GELAR SENI BUDAYA

PONOROGO

 Pada tanggal 26 Juli 2011 dikotaPonorogo mengadakan gelar seni budaya untuk memperingati hari jadikotaponorogo yang ke 515 tahun 2011.

Acara Gelar Seni Budaya ini dilakukan sambil berjalan dari Jalan Gajah Mada menuju Alun-alun Ponorogo dengan menempuh jarak kurang lebih 5 kilometer dan berakhir didepan paseban Ponorogo.

Acara ini diikuti 21 kecamatan di kabupaten Ponorogo. Masing-masing mewakili atau mempersembahkan ketrampilan serta kesenian masing-masing kecamatan. Acara Gelar Seni juga diikuti masyarakat dari luar Ponorogo. Diantaranya warga Probolinggo dan Tulungagung.

Gelar Seni budaya ini dibarisan pertama ada rombongan Reyog Mini Ponorogo, para pemain Reyog ini sudah telatih sehingga tampak indah dan terampil.

Di barisan kedua ada rombongan anak yang menyamar seperti orang arab, selanjutnya dibarisan ketiga ada seni Reog Thik dari kecamatan Sawo. Reyog Thik berasal dari Trenggalek.

Selanjutnya ada paguyuban Waria Ponorogo. Dari SMPN 1 Jetis juga menampilkan sebuah tari.

Dari SMAN 3 Ponorogo juga menampilkan tari Jatilan, lalu dari SMKN 1 Jenangan Ponorogo juga menapilkan rombongan seni diantaranya Pameran serta seni Parkour Ponorogo. Serta SMA Muhammadiyah menampilkan Drum band.

Adajuga seni Barong Sai dari Ponorogo, mereka masuk ke took-toko di pinggir jalan untuk membagi –bagikan ampau.

Dari Tulungagung mempertunjukkan tari Tiban, yaitu semacam pecut-pecutan sampai badan mereka memar kemerah-merahan, tapi mereka tidak merasakan sakit sedikitpun.

Dari Probolinggo menampilkan perpaduan musik diarak pada kendaraan.

Acara Gelar Seni Ponorogo ini sangat meriah. Itu berkat kerjasama masyarakat Ponorogo yang senantiasa menonton dijalan dan mengikuti acara sampai selesai tanpa ada paksaan.Hampir semua masyarakat Ponorogo tumpah ruah dijalanan untuk melihat Gelar Seni Budaya tersebut.

Google Plus

Standar
Google Plus, tepat pada akhir Juni 2011 isu google plus akan di luncurkan akan tetapi google plus ini masih tahap percobaan. Apa itu Google Plus? Google + adalah suatu jejaring sosial yang dikeluarkan google. jejaring ini hampir sama dengan facebook dan kabar terbaru google plus ini memiliki fitur yang lebih komplit. pertanyaan sekarang apakah google plus bisa mengalahkan facebook??
Baru di-soft launching dua hari yang lalu, Google + atau disebut Google + sudah dibanjiri banyak peminat. Tidak tanggung-tanggung, CEO Facebook, Mark Zuckerberg bergabung dengan Google Plus. Hal ini dilaporkan oleh Venturebeat.com yang melihat profil Mark di Google Plus.
Meski demikian, kemungkinan bahwa nama yang terdaftar adalah seseorang yang mengaku-ngaku jadi Mark Zuckerberg juga bisa terjadi. Namun, melihat banyaknya anggota yang ada di Circles Mark Zuckerberg merupakan para pejabat Facebook, kemungkinan tersebut menjadi kecil. Artinya profil yang ada di Google Plus itu kemungkinan besar adalah Mark Zuckerberg.
Bergabungnya Mark Zuckerberg ke Google Plus mungkin untuk melihat dari dalam fitur-fitur apa yang ditawarkan oleh Google Plus dan tentu saja mungkin mencobanya dan membandingkannya dengan yang ada di Facebook. Banyak pendapat awal dari mereka yang telah berkesempatan bergabung dengan proyek Google Plus ini mengatakan Google Plus layaknya Facebook (copy cat) dengan beberapa perubahan dalam penggunaan istilah seperti Circles untuk Friend.